Sebuah Kejadian
Mereka sedang tertawa
Entah dalam balutan cemas
Atau kepalsuan sejati
Berharap menghalau takdir
Tapi azab tak bisa ditangguh
Right then, semua orang pasti punya masalah. Klasik banget. Ada yang dibesar-besarin, ada yang emang udah besar. But beside all dramatic scene I've ever had, masalah yang menyerangku sama sekali tidak ada hubungannya dengan rasa cinta seorang kekasih, meskipun itu bisa jadi pengalih perhatian yang bagus sekali dari rasa sakit yang paling besar; tidak dianggap ada. Apa ada lagi? Ya, mungkin juga duduk sendirian di bangku paling pojok, tersisihkan, tidak punya teman, sepi, dan menyedihkan. Tidak ada yang pernah tahu bagaimana untuk benar-benar bisa mengendalikan dirimu, seutuhnya. Bicaramu yang menusuk. Tatapanmu. Pergaulanmu. Aku berbicara pada pembaca, jika memang ada. Apa semua yang terjadi ahir2 ini terasa sulit? Perjalanan hidup tidak akan mungkin terus mendatar. Kadang semakin tinggi umur, semakin menanjak jalur. Bicara memang mudah. Menganggap diri baik2 saja juga, tapi siapa yang tahu bahwa di dalam hati yang paling bawah, terdapat semacam goresan yang tidak bisa dilihat oleh siapa pun? (Ini ngomong apaan sih)
To the point,
Kalau skrg lu lagi berkubang di lumpur, bertanya kenapa hidup ini begitu sepi, tak ada yang boleh disalahkan. Temen lu(jika mereka pantas disebut teman), lingkungan hidup, parents, dan termasuk diri lu sendiri. Hey, semua orang berhak bahagia, oke? Dalam jalur masing2.
Oke ini masih berbelit2.
Tahu gak sih rasanya jalan sendirian di koridor dengan banyak orang yang lagi nongkrong, ngobrol sama sahabat2 mereka, ketawa, tau gak sih? Itu nyess banget nanclebnya ..
Tau gak sih rasanya duduk sendirian? Terus pada datang pas nanyain emteka, tapi abis itu ngilang? Tau gak sih rasanya? Itu bukan something lagi...
Rasanya udah kayak dibejek2 harga diri ini. Tapi tenang ...
Setiap perbuatan ada balasannya.
Mau sekecil semut merah juga ada balasannya. Janji Allah itu.
